Minggu, 10 Mei 2009
Arti dari sebuah kasih sayang
Akhlak Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam yang begitu agung memotivasi kita untuk meneladaninya dan menapaki jejak langkah beliau. Pada zaman sekarang ini, curahan kasih sayang terhadap anak-anak serta menempatkan mereka pada kedudukan yang semestinya sangat langka kita temukan. Padahal mereka adalah calon pemimpin keluarga esok hari, mereka adalah cikal bakal tokoh masa depan dan cahaya fajar yang dinanti-nanti. Kejahilan dan keangkuhan, dangkalnya pemikiran serta sempitnya pandangan menyebabkan hilangnya kunci pembuka hati terhadap para bocah dan anak-anak. Sementara Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam, kunci pembuka hati itu ada di tangan dan lisan beliau. Cobalah lihat, Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam senantiasa membuat anak-anak senang kepada beliau, mereka menghormati dan memuliakan beliau. Hal itu tidaklah mengherankan, karena beliau menempatkan mereka pada kedudukan yang tinggi.
Setiap kali Anas bin Malik melewati sekumpulan anak-anak, ia pasti mengucapkan salam kepada mereka. Beliau berkata, yang artinya: “Demikianlah yang dilakukan Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam .
Meskipun anak-anak biasa merengek dan mengeluh serta banyak tingkah, namun Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam tidaklah marah, memukul, membentak dan menghardik mereka. Beliau tetap berlaku lemah lembut dan tetap bersikap tenang dalam menghadapi mereka.
Dari ‘Aisyah Radhiallaahu anha ia berkata, yang artinya: “Suatu kali pernah dibawa sekumpulan anak kecil ke hadapan Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam , lalu beliau mendoakan mereka, pernah juga di bawa kepada beliau seorang anak, lantas anak itu kencing pada pakaian beliau. Beliau segera meminta air lalu memer-cikkannya pada pakaian itu tanpa mencucinya.Wahai pembaca yang mulia, engkau pasti mengetahui bahwa duduk di rumah Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam merupakan sebuah kehormatan. Lalu, tidakkah terlintas di dalam lubuk hatimu? Bermain dan bercanda ria dengan si kecil, putra-putrimu? Mendengarkan tawa ria dan celoteh mereka yang lucu dan indah? Ayah dan ibuku sebagai tebusannya, Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam selaku nabi umat ini, melakukan semua hal itu.
Abu Hurairah Radhiallaahu anhu menceritakan: “Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam pernah menjulurkan lidahnya bercanda dengan Al-Hasan bin Ali Radhiallaahu anhu. Iapun melihat merah lidah beliau, lalu ia segera menghambur menuju beliau dengan riang gembira.
Kasih sayang beliau kepada anak tiada batas, meskipun beliau tengah mengerjakan ibadah yang sangat agung, yaitu shalat. Beliau pernah mengerjakan shalat sambil menggendong Umamah putri Zaenab binti Rasululloh dari suaminya yang bernama Abul ‘Ash berdiri, beliau menggendongnya dan ketika sujud, beliau meletakkannya.
Mahmud bin Ar-Rabi’ Radhiallaahu anhu mengungkapkan, yang artinya: “Aku masih ingat saat Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam menyemburkan air dari sebuah ember pada wajahku, air itu diambil dari sumur yang ada di rumah kami. Ketika itu aku baru berusia lima tahun.
Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam senantiasa memberikan pengajaran, baik kepada orang dewasa maupun anak-anak. Abdullah bin Abbas menuturkan: “Suatu hari aku berada di belakang Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, beliau bersabda, yang artinya: “Wahai anak, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat: “Jagalah (perintah) Allah, pasti Allah akan menjagamu. Jagalah (perintah) Alloh, pasti kamu selalu mendapatkan-Nya di hadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Alloh, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah.
Minggu, 28 Desember 2008
ISI HATIKU
Hidupku terasa indah bila aku selalu ada di dekatmu..
Hidupku terasa lebih berwarna jika selalu canda dan tawa denganmu..
Entah apa jadinya bila Engkau sudah tidak ada di sampingku..
Aku berharap kalau engkau tidak akan pergi dari kehidupanku...
Tiada kata yang lebih indah selain hanya menyebut namamu..
Namamu akan selalu ku ukir di hatiku,Hingga akhir hayatku....
Kaulah sumber dari segala inspirasiku.....
Di dalam lubuk hatiku hanya ingin selalu membahagiakan dirimu...
Karena kau adalah pujaan hatiku...
Kamis, 11 Desember 2008
Cahaya Hati
Aku mencintaimu setulus hatiku,aku menyayamgiamu dengan sepenuh jiwaku meski tak seindah yang kau mau tapi aku terus memberikan cinta yang sempurna untuk mu dia ta pernah tau bagai mana ku menjagamu dan gelapnya malam terasa hampa tanpa dirimu yang tak berada disisiku.Ku tanamkan hatiku tumbuh bersamamu tak kan ku petik hingga akhir waktu.Izinkan aku menjadikan mu sinar dalam hatiku,karena hangat senyummu selalu mengetarkan jantungku walaupun aku membisu dan terdiam kau masih ada untukku.
Aku pun berjanji akan selalu setia dan tak kan pernah menyerah untuk selalu menjaga cinta kita selamanya.Masih terasa indah dalam jiwa saat kita bersama untuk satukan rasa.tawa,bahagia kita jalani semua waktu kita tuliskan cerita cinta tentang kita.Aku bukanlah mimpi yang terindah dan tak kan pernah sempurna jiwaku dihadapan dirimu.Kau hadir disini menemani langkah ku,hiasi hidupku yang sunyi ini.Jangan kau buat aku merubah arah hidupku,karena aku menyayagimu dan namamu selalu bersinar terang dalam hatiku.
Senin, 01 Desember 2008
INDAH PADA WAKTUNYA
Aku minta kupu-kupu indah,diberi ulat berbulu,aku sedih dan kecewa.
Namun kemudian kaktus itu berbunga indah sekali dan ulat itupun menjadi kupu-kupu yang cantik.......
itulah jalan ALLAH yang indah pad waktunya.
ALLAH tidak memberi apa yang kita harapkan,tapi ALLAH memberi apa yang kita perlukan.
Kadang kita sedih,kecewa,dan terluka.......Tapi jauh diatas segalanya ALLAH sedang merajut yang terbaek dalam kehidupan kita.....................
Untuk itu jangan salahkan keadaan dan takdir kehidupan,karena ALLAH itu penuh misteri tapi tidak kejam..............................!!!!!!
